Tampilkan postingan dengan label Artikel Sufi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Sufi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2011

PERKEMBANGAN TASAWUF DIMASA AWAL

Al-Kindi (m. abad kesepuluh) merujuk pada kemunculan suatu komunitas kecil di Alexandria, Mesir, pada abad kesembilan yang menyeru manusia kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran. Mereka disebut sufi. Menurut Muruj adz-Dzahab karya al-Mas'udi, kaum sufi mula-mula muncul di zaman Khalifah Abbasiah, al-Ma'mun. Menurut Abul Qasim Qusyairi, kaum sufi muncul di abad kesembilan, sekitar dua ratus tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. Lantas timbul pertanyaan, mengapa perlu waktu bertahun-tahun untuk sungguh-sungguh tertarik dengan ilmu kebatinan? Sekilas melongok ke sejarah masa awal Islam mungkin dapat memberikan keterangan tentang masalah ini.

Mari kita tengok tanah Arab pada awal abad ke tujuh. Yang kita dapati adalah sebuah masyarakat dari berbagai suku yang terpecah belah yang selama berabad- abad telah terlibat dalam tradisi peperangan, penyembahan berhala dan nilai-nilai kesukuan lainnya. Walaupun orang Arab masa itu melakukan perdagangan di luar Tanah Arab, namun pengaruh budaya lain pada mereka sangat sedikit. Empiriurn Bizantiurn dan penjarahan Nebuchadnezar ke Arabia sebenarnya hanya berdampak sedikit pada mereka. Maka kita dapati suatu kaum yang telah menjalani cara hidup mengembara selama berabad-abad dengan sedikit perubahan. Mendadak, suatu "cahaya kenabian" yang menakjubkan terwujud di hadapan mereka. Cahaya ini mulai dengan jelas mengenali dan menghancurkan berbagai kekejaman dan ketidakadilan dalam masyarakat mereka.

Orang menakjubkan yang membawa cahaya baru pengetahuan ini ialah Nabi Muhammad saw. Selama 23 tahun, Nabi Muhammad saw menyanyikan kebenaran abadi bahwa manusia dilahirkan ke dunia ini untuk mempelajari jalan-jalan penciptaan seraya melakukan perjalanan kembali ke asalnya, Pencipta Yang Esa. Karena, meskipun hakikatnya manusia itu bebas, ia diikat dan dibatasi oleh hukum-hukum lahiriah yang mengatur kehidupan.

Muhammad menyerukan kebenaran abadi yang telah diserukan oleh ribuan utusan Ilahi sebelurnnya. Beliau menyerukannya dalam bahasa yang digunakan pada zaman itu di negerinya, suatu bahasa yang merupakan prestasi budaya pa1ing tinggi dan suatu rahmat bagi kaum tersebut. Orang Arab tidak mempunyai warisan artistik selain bahasanya. Nabi menjelaskan kebenaran abadi itu kepada kaum yang telah tenggelam dalam gelapnya kejahilan yang kejam selama berabad-abad. Setelah usaha bertahun-tahun, beliau berhasil menghimpun segelintir pendukung, yang kebanyakan pernah dianiaya dan terpaksa melarikan diri ke Etiopia untuk mencari perlindungan pada penguasa Kristen yang baik bernama Negus. Setelah hijrah dari Mekah ke Madinah pada tahun 632, Nabi Muhammad saw membangun sebuah komunitas baru yang terdiri dari orang-orang dari berbagai bagian Tanah Arab, namun kebanyakan dari Mekah dan Madinah. Kiblat komunitas ini dalam menyembah Allah adalah Ka'bah, sebuah bangunan berbentuk kubus terbuat dari batu yang semula didirikan oleh Nabi Ibrahim as di Mekah, tetapi kiblat perilaku sehari-harinya adalah Nabi yang diberkati itu sendiri. Mereka mengikuti beliau, ajarannya dan keterangan beliau mengenai perintah-perintah Al-Qur'an yang diwahyukan kepadanya, yang secara batin berkiblat kepada Penciptanya. Mereka menyembah Allah dan mengikuti Nabi yang hidup dengan cinta dan pengetahuan tentang Allah (makrifat).

Dalam sepuluh tahun terakhir kehidupan Nabi, dan terutama selama tiga tahun terakhir, berbagai peristiwa mulai berlangsung dengan cepat. Selama periode ini, ribuan orang Badui yang cenderung pergi ke tempat berlangsungnya kekuasaan dan kemenangan, melihat Islam semakin mendominasi tanah mereka, maka mereka semua masuk Islam dalam jumlah ribuan. Ketika Nabi Muhammad saw wafat, komunitas Muslim yang baru muncul itu mengalami goncangan hebat. Akibatnya, berlangsunglah pemilihan yang terburu-buru dan tegang atas Abu Bakar sebagai pemimpin pertama komunitas tersebut. Nabi Muhammad saw telah menyatakan dalam banyak kesempatan, kepada siapa kaum Muslim harus merujuk tentang berbagai hal mengenai jalan Islam sepeninggal beliau. Seperti seorang dokter yang bertanggung jawab, ketika hendak cuti atau pensiun, memberitahu para pasiennya kepada siapa mereka harus merujuk bila ia tidak ada. Seorang dokter lebih mengetahui kondisi pasiennya ketimbang yang lain. Sangat wajar bagi seorang pemimpin rohani seperti Nabi Muhammad saw untuk menunjuk siapa yang paling pantas mengurusi umat setelah wafatnya, sesuai dengan hukum Ilahi yang telah diwahyukan kepada beliau. Namun timbul ketidaksepakatan mengenai apakah Nabi telah menunjuk Imam 'Ali secara khusus sebagai pengganti beliau, ataukah beliau hanya sekedar menyebutkannya sebagai yang terbesar di antara umat dalam pengetahuan dan kebajikan. Akibatnya, sebelum Nabi dimakamkan, orang Arab mulai melobi untuk mendapatkan kekuasaan. Kaum Anshar (penduduk Madinah) ingin memilih salah seorang di antara mereka sendiri sebagai pemimpinnya. Pada saat-saat terakhir, dua dari sahabat terdekat Nabi, Abu Bakar dan 'Umar, berhasil menyatukan diri dan dengan dukungan 'Umar, Abu Bakar terpilih sebagai pemimpin umat, sebagai orang yang dihormati karena berusia lebih tua dan diakui sebagai sahabat Nabi yang tulus.

Kepemimpinan Abu Bakar berlangsung selama dua tahun, suatu periode yang penuh dengan perselisihan internal. Jiwa orang Arab tak suka ditundukkan dengan cara apa pun, karena mental meieka bersemangat bebas. Metode penundukkan yang lazim ialah menetapkan kewajiban membayar uang pajak kepada orang lain. Pembayaran zakat, yang dipaksakan Abu Bakar kepada orang-orang yang menolak menunaikannya, ditafsirkan oleh sebagian orang sebagai bentuk penundukan yang tidak mau mereka ikuti. Jadi sebagian besar suku yang baru saja memasuki gerakan Islam tiba-tiba mendapatkan bahwa mereka harus membayar penuh, dan benar-benar menyerahkan, sesuatu, bukannya mendapatkan keuntungan dari barang rampasan. Inilah penyebab perpecahan dalam komunitas Islam yang sedang berkembang dengan pesat tersebut. Selain itu, ada pula pendusta-pendusta yang mengaku sebagai nabi. Jadi, masa kepemimpinan Abu Bakar sebagian besar digunakan untuk menekan gejolak internal.

Setelah wafatnya Abu Bakar di tahun 634, 'Umar yang telah ditunjuk oleh Abu Bakar sebagai wakilnya menjadi pemimpin umat Islam berikutnya. Dalam masa sepuluh tahun kepemimpinannya tetjadi ekspansi besar Islam. Mesir, Persia dan Empirium Bizantium ditaklukkan, termasuk Yerusalem, yang kuncinya malah diberikan secara pribadi oleh orang Kristen kepada 'Umar. 'Umar merupakan teladan kesederhanaan dan hidupnya sangat sederhana. Ia dibunuh oleh seorang budak Persia selagi salat di mesjid tahun 644.

Pemimpin berikutnya, 'Utsman, diangkat oleh sekelompok orang yang telah ditunjuk oleh 'Umar untuk memilih penggantinya, ia berasal dari klan Bani Umayyah, yang sebagian anggotanya adalah musuh utama Nabi Muhammad saw. Banyak orang Bani Umayyah memeluk Islam hanya setelah penaklukan Mekah oleh Nabi dan pengikutnya, ketika mereka merasa tak ada pilihan lain selain masuk Islam. Mereka menerima Islam dengan enggan, dan kebanyakan terus hidup menurut kebiasaannya di masa jahiliah. 'Utsman sendiri tidak banyak mempedulikan urusan duniawi, tetapi mengizinkan banyak anggota klannya untuk hidup semau mereka. Ia menempatkan banyak anggota klan Umayyah pada posisi kunci pemerintahan di wilayah-wilayah yang baru dikuasi kaum Muslim, sehingga ada orang-orang yang menuduhnya melakukan nepotisme. Dalam enam tahun pertama pemerintahannya, ekspansi wilayah oleh kaum Muslim berlanjut terus, begitu juga konsolidasi daerah-daerah yang telah ditaklukkan. Namun, ternyata aksi tersebut lebih merupakan awal dari suatu pemutaran kembali ke pemerintahan orang-orang serakah, ketimbang suatu kelanjutan dari pemerintahan orang-orang berpengetahuan spiritual dan saleh.

Dalam masa pemerintahan 'Utsman, yang berlangsung selama dua belas tahun, banyak kaum muslim yang benar-benar kembali ke cara hidup jahilia, takhayaul dan kesukuan. Rampasan perang dari Empirium Persia, Bizantium, dan Mesir mengalir ke Mekah dan Madinah, akibatnya terjadilah era kemerosotan akhlak dan kebusukan dalam kemewahan. Rumah besar dan istana-istana mulai dibangun pada masa ini. Arsitek pada masa itu adalah Abu Lu'lu, budak Persia yang telah membunuh 'Umar karena membebankan pajak yang besar kepadanya. Di masa 'Umar, rumah biasanya berdiri di atas sebidang kecil tanah, terdiri atas dua atau tiga kamar. Di satu sisi kamar terdapat halaman, di tengah-tengahnya sumur, dan di bagian sudut terdapat wadah gabah. Rumah dibangun satu lantai. Namun, di masa 'Utsman, banyak istana dibangun, dan orang mulai saling berlomba membangun gedung-gedung megah.

Setelah terbunuhnya 'Utsman di tahun 656, yang tetjadi ketika ia sedang membaca Al-Qur' an, Imam 'Ali dipilih oleh rakyat sebagai pemimpin umat Islam berikutnya. Pemerintahannya berlangsung selama hampir enam tahun dan penuh dengan perselisihan internal serta peperangan. Pada waktu itu banyak orang mengaku dirinya Muslim tetapi sama sekali tidak mengetahui atau meresapi jalan hidup Islam. Kita melihat kaum Muslim bersumpah demi Al-Qur'an tetapi bertingkah tidak sesuai dengan maknanya. Di tahun 656 terjadi sumpah palsu secara masal yang pertama. Nabi telah memperingatkan istri beliau 'Aisyah bahwa pada suatu hari ia akan berperang di pihak yang salah, dan oleh karena itu akan mengalami kesedihan yang paling buruk, di suatu tempat bernama Hawab, dan bahwa anjing-anjing Hawab akan menyalakannya. Beberapa tahun kemudian, ketika sedang melewati Hawab dalam perjalanannya ke Perang Jamal melawan Imam 'Ali, ia mendengar salakan anjing dan teringat akan peringatan Nabi, la bertanya apa nama tempat itu dan dikatakan kepadanya bahwa tempat itu benama Hawab. Tetapi, sebagian di antara para sahabatnya membawa dua puluh orang saksi yang mengaku Muslim untuk bersumpah palsu dengan Al-Qur'an bahwa nama tempat itu bukan Hawab. Kembali, dalam Perang Shiffin tahun 657, terjadi lagi insiden sumpah palsu dengan Al-Qur'an.

Setelah syahidnya Imam 'Ali, di mana ia ditikam secara mematikan ketika sedang sujud dalam salat, maka putranya, Imam Hasan, memiliki posisi yang wajar dan pantas untuk menjadi pemimpin kaum Muslim berikutnya. Namun, Mu'awiyah, gubernur Bani Umayah di Suriah yang sedang berjuang merebut kedudukan sebagai penguasa bagi dirinya sendiri dan klannya, mulai menghasut rakyat melawan Imam Hasan. Imam Hasan mempunyai laskar besar yang siap membantunya. Tapi ia juga mengetahui segala kelemahan orang-orangnya dan tidak menghendaki perpecahan di dalam laskarya. Selain itu, ia menyadari kecerdikan dan kecurangan Mu'awiyah, la tak ingin melihat darah kaum Muslim tertumpah sia-sia. Maka ia menerima gencatan senjata yang ditawarkan Mu'awiyah dengan konsekuensi melepaskan semua klaim atas kepemimpinan kaum Muslim tanpa melepaskan kedudukan spiritualnya yang agung. Sebagaimana Imam' Ali, yang tidak suka hanya diam berpangku tangan ketika tidak dipilih sebagai khalifah pertama, tetapi berusaha semampunya meluruskan apa yang salah di tahun-tahun pemerintahan para pendahulunya, maka Imam Hasan tak punya pilihan lain selain menerima kenyataan bahwa walaupun dialah yang terbaik di masa itu, namun ia tak dapat memimpin kaum Muslim. Penerimaannya untuk gencatan senjata bukanlah suatu perbuatan melepaskan kedudukan spiritualnya yang sesungguhnya, tapi merupakan petunjuk ke arah itu. Karena tak mungkin mewujudkan kebesaran batinnya ke dalam kenegarawanan lahiriah tanpa menyebabkan kaum Muslim saling membunuh, satu-satunva alternatif adalah menerima persyaratan gencatan senjata, yang juga menetapkan bahwa sesudah dia maka saudaranya Imam Husain akan menjadi khalifah kaum Muslim. Namun, Mu'awiyah dengan sangat cerdik melanggar semua ketentuan gencatan senjata setelah terbunuhnya Imam Hasan tahun 661, dan mengangkat anaknya Yazid yang berakhlak buruk menjadi penggantinya. Karena itu Imam Husain pun berontak melawan Mu'awiyah dan Yazid.

Larangan banyak bicara dan Anjuran mengingat mati

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra. : Rasulullah saw. masuk ke tempat shalatnya, maka beliau melihat para manusia yang sedang memperbanyak bicara. Maka beliau bersabda : "Igatlah, andaikata kamu semua memperbanyak ingat pada perkara yang memutuskan ke- lezatan, niscaya dapat menyibukkan kamu semua dari perkara yang saya lihat. Maka perbanyaklah mengingat perkara yang memutuskan kelezatan dunia yaitu mati. Karena tidak akan datang suatu hari datam kubur melainkan kubur itu berbicara dengan enam perkataan. Kubur berkata : "Aku rumah perantauan; aku rumah terpencil; aku rumah sunyi lagi duka; aku rumah gelap; aku rumah debu; dan aku rumah sindat!".


Ketika seorang hAmba mumin dikuburkan maka berkatalah kuburan kepadanya: "Selamat dan bahagialah kedatanganmu! Engkau bagiku orang yang lebih aku cintai dalam berjalan di atas Punggungku. Ketika aku telah menguasai kamu pada hari ini dan engkau telah kembali kepadaku, maka engkau akan melihat pekerjaanku padamu." Kemudian kuburnya diperluas sejauh pandangannya dan dibukakan pintu surga baginya.

Dan apabila seorang hamba yang kqfir dikuburkan maka kubur itu berkata kepadanya : "Kamu datang tiada keselamatan! Kamu bagiku orang yang paling kubenci dalam berjalan di alas punggungku. Maka ketika aku telah menguasai kamu dan kamu telah kembali kepadaku. maka kamu akan melihat pekerjaanku kepadamu. Kubur itu lalu menjepitnya sehingga remuk redamlah lulang iganya. Nabi saw. bersabda sambil mengisyaratkan dengan jari-jarinya dengan memasukkan sebagian jari-jarinya pada sebagian yang lain kemudian beliau bersabda : "Kemudian Allah mendatangkan lujuh puluh ular. andaikata satu ular ilu menyebur di bumi maka buminya tidak dapat menumbuhkan apa-apa selamanya. Ular ilu lalu menggigit dan mencakarinya hingga sampai hari diperhitungkan amal".

Rasulullah saw. bersabda :

"Sesungguhnya kubur itu hanyalah merupakan Satu pertamanan dari pertamanan-pertamanan surga atau Satu lobang dari lobang-lobang neraka".

Diceritakan dari Abu Bakar Al-Isma'ili dari Utsman bin Affan ra. : Ketika neraka itu disifati di hadapan Utsman bin Affan beliau tidak menangis. Demikian juga ketika hari kiamat disifati beliau juga tidak menangis. Sedangkan ketika kubur disifati beliau menangis.

Maka ditanyakan kepadanya : "Ya Amirul Mu'minin, mengapa ketika neraka dan hari kiamat disifati engkau tidak menangis sedangkan ketika kubur disifati engkau menangis?. Beliau menjawab: "Sesungguhnya ketika aku berada di neraka aku bersama para manusia, dan ketika hari kiamat akupun bersama para manusia."

Tetapi ketika aku di dalam kubur aku sendirian, tidak ada salah seorang yang menyertaiku di dalam kubur dari para manusia, sedangkan kunci kubur itu pada malaikat Israfil as., dan dialah yang akan membukanya pada hari kiamat. Utsman bin Affan ra. kemudian berkata : "Siapa yang dunia merupakan penjaranya maka kubur adalah sebagai syurganya! dan siapa yang dunia ini merupakan syurganya maka kubur merupakan penjaranya."

Siapa yang kehidupan dunia merupakan tali ikatannya maka mati itu yang akan melepaskannya. Dan siapa meninggalkan bagiannya di dunia! maka akan diberikan bagian di akhirat. Beliau juga mengatakan : "

Minggu, 17 April 2011

Inilah Cara Malaikat Maut Memberi Tahu Ajal Kita

Sebagian Para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut Nyawa. “Tidakkah Kau memberikan Aba-aba atau peringatan kepada Manusia bahwa kau datang sebagai malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih hati-hati?”
Malaikat itu menjawab. “Demi Alloh, aku sudah memberikan aba-aba dan tanda-tandamu yang sangat banyak berupa penyakit, uban, kurang pendengaran, penglihatan mulai tidak jelas (terutama ketika sudah tua). Semua itu adalah peringatan bahwa sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila setelah datang aba-aba tadi ia tidak segera bertobat dan tidak mempersiapkan bekal yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya: “Bukan kah aku telah memberimu banyak aba-aba dan peringatan bahwa aku sebentar lagi akan datang? Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan lainnya “ (HR imam qurthubi)
Beginilah cara kerja Malaikat Maut
Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunya dua mata diwajahnya dan dua lagi tengkuknya. “Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal diwaktu yang sama; yang satu berada di ujung timur yang satu berada diujung barat, serta ditempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor bintang melata pun akan mati?”
Malaikat pencabut nyawa berkata:” Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Alloh, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku “(HR abu Nu’aim)
Ternyata Orang Mati Mendengar Tapi Tidak Bisa Menjawab
Rosullulloh SAW memerintahkan agar mayat-mayat orang kafir yang tewas pada perang badar dilemparkan ke sebuah sumur tua. Kemudian beliau mendatanginya dan berdiri di hadapannya. Setelah itu, beliau memanggil nama mereka satu-satu: “Wahai fulan bin fulan, fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian untuk kaliab betul-betul ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar-benar ada dan terbukti.”
Umar lalu bertanya kepad a Rosulullah. “Wahai Rasul, mengapa engkau mengajak bicara orang-orang yang sudah menjadi mayat?”
Rosullah menjawab. “Demi Tuhan yang mengutusku dengan kebenaran, kalian memang tidak mendengar jawaban mereka atas apa yang tadi aku ucapkan, Tapi ketahuilah, mereka mendengarnya, hanya saja tidak dapat menjawab” (HR Bukhari Muslim)

MAKRIFATMU DAN MAKRIFATKU BERBEDA BEDA

Ketika Musa sedang berjalan, ia mendengar seorang penggembala sedang berdoa sambil meratap. “Oh Tuhan di manakah gerangan Engkau, karena aku ingin melayani-Mu dan menjahitkan sepatu-Mu, dan menyisirkan rambut-Mu. Aku ingin mencucikan baju-Mu, membunuh kutu kepala-Mu dan membawakan susu untuk-Mu, oh duhai Maha Terpuji.”
Mendengar kata-kata yang dianggap bodoh tersebut, Musa membentak, “Kepada siapa kamu berbicara? Betapa kata-kata itu tidak bermakna; memalukan dan liar! Sumbat mulutmu dengan kapas!… Tuhan yang Maha Agung tidak memerlukan pelayanan seperti itu.” Sang penggembala menjadi amat kecewa dan sedih, dan ia merobek bajunya sambil pergi ke arah yang tidak menentu.
Kemudian datang wahyu Tuhan kepada Musa. “Kamu telah memisahkan hamba-Ku dari Aku…Aku telah anugerahkan kepada setiap manusia cara berdoa masing-masing; Aku telah berikan cara khusus kepada masing-masing untuk menunjukkan cinta. Bahasa yang digunakan oleh orang Hindustan adalah sangat indah bagi pemeluk Hindu, begitu pula bahasa Sindhu yang amat indah bagi pemeluk Sindhu.
Aku tidak melihat pada ucapan lidah, tetapi Aku melihat ke dalam sanubari dan perasaan terdalam hati manusia. Aku melihat ke dalam hati manusia untuk melihat apakah ada kerendahhatian, walaupun ucapannya tidak menunjukkan demikian. Cukuplah sudah segala macam ungkapan dan metofora! Aku menginginkan hati yang membara dengan api cinta, hati yang membara! “

Sabtu, 05 Maret 2011

PENGERTIAN DO'A,WIRID & HIJIB

Segala puji bagi Alloh,kita memuji-Nya,memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya,kita berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita,barang siapa yang Alloh beri petunjuk,maka tidak ada yang dapat

menyesatkan,maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah.Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak di ibadahi dengan benar kecuali hanya Alloh semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan Alloh SWT.

1. " Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam." (QS>Ali-Imron : 102 )
2. " Wahai manusia,bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu,dan daripadanya Alloh menciptakan isterinya dan dari pada keduanya Alloh memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.Dan bertakwalah kepada Allohyang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) bubungan silaturrahmi.Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasimu." (QS>An-Nisaa : 1 )
3. " Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Alloh dan ketakanlah perkataan yang benar,niscaya Alloh memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu dan barang siapa mentaati Alloh dan Rosul-Nya,maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (QS>Al-Ahzaab : 70-71 )

Kata DO'A adalah berasal dari bahasa arab,yaitu sebagai masdar ( kata asal ) dari kata kerja DA'AA-YAD'UU artinya meminta,memohon, memanggil dan lain-lain.DUS, do'a itu berarti permintaan,permohonan,panggilan dan lain-lain.Sedangkan menurut istilahnya,do'a itu berarti memohon kepada Alloh dengan cara-cara tertentu.

Adapun WIRID,HIJIB sebagaimana tersebut dalam syarah arrootib adalah sebagai berikut : " Adapun hakikat wirid,hizib & rootib itu adalah sesuatu yang dikerjakan untuk peribatan.Sedangkan menurut istilahnya,kumpulan dzikir-dzikir dan do'a-do'a yang disusun untuk dzikir atau tadzakkur atau untuk memohon perlindungan dari kejahatan dan memohon kebaikan atau untuk membuka pintu pengetahuan atau mendapatkan ilmu dengan memusatkan hati dan kemauan kepada Alloh Ta'alla. "

FUNGSI DO'A

Do'a itu berfungsi sebagai berikut :

1. Bila seorang hamba selalu berdo'a dan berdzikir,selalu memohon perlindungan kepada Alloh dari berbagi keburukan,niscaya hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Alloh,Alloh SWT berfirman : " Ingatlah,hanya dengan menginggat Alloh hati menjadi tenang." (QS.Ar-Ra'd : 28 )
2. Kalau mereka mau memahami satu saja dar hadits Nabi SAW yang shahih itu dari sekian banyak hadits,maka mereka akan sadar bahwa do'a dan dzikir itu dilaksanakan dengan cara sembunyi dansuara perlahan.Dalam hadits tujuh golongan yang akan dilindungi ALLOH SWT pada hari kiamat,diantarnya Rosululloh SAW bersabda : " ...seorang yang berdzikir kepada Alloh dalam keadaan sepi/menyendiri,lalu mengalirlah air matanya ........" ( HR.Al-Bukhari )
3. Alloh SWT berfirman : " berdo'alah kapada Rabb-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut.Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." ( QS.Al-A'raaf : 55 )
4. Dalam sebuah hadits dari Abu Musa Al-Asy'ari,ia berkata : " Orang-orang mengangkat suaranya bertakbir dan berdo'a." kemudian Rosululloh SAW bersabda : " Hai sekalian manusia,kasihanilah diri kalian sesungguhnya kalian tidak berdo'a kepada Rabb yang tuli dan tidak juga jauh.Sesungguhnya yang kalian berdo'a kepada-Nya adalah Yang Maha Mendengar dan Maaha Dekat,Dia bersama kalian." ( HR>Al-Bukhari )
5. Seperti Nabi Zakaria AS.berdo'a dengan suara yang lembut : " Yaitu ketika ia berdo'a kepada Rabb-nya dengan suara yang lembut." ( QS>Maryam : 3 ) " Dan sebutlah (Nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara,di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." ( QS>Al-A'raaf : 205 )
6. Senjata orang mu'min,Rosululloh SAW bersabda " Do'a adalah senjata orang beriman,tiang agama dan cahaya langit dan bumi " ( H.R ABU YA'LA & HAKIM ).
7. Otak ibadah,Rosululloh SAW bersabda " Do'a adalah otak ibadah." ( H.R. BUKHARY )

Jumat, 04 Maret 2011

40 AKIBAT MAKSIAT YANG SANGAT BERBAHAYA DAN MEMATIKAN



BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIEM

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam
semoga selalu dilimpahkan kepada makhluk
termulia, Muhammad bin Abdullah beserta
keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du:
Sungguh dosa dan kemaksiatan itu akan dibayar
spontan di dunia sesuai dengan masyi-atillah.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi telah menghitung dan
ternyata ada kurang lebih 40 balasan bagi pelaku
sebuah kemaksiatan. Saya kutip dan tulis dalam
sebuah bulletin mungil, agar seluruh lapisan
mengetahuinya dengan mudah. Ibnul Qayyim Al-
Jauzi menuturkan, bahwa efek kemaksiatan itu
sebagaimana berikut:
1. Tidak mendapatkan ilmu. Sebab ilmu itu adalah
nur yang diberikan Allah ke suatu hati, sedangkan
maksiat itu berfungsi mematikan nyala nur
tersebut. Imam Malik pernah berkata kepada Imam
Syafi'i muridnya: Sungguh aku telah melihat Allah
memberikan nur ke hatimu, maka jangan engkau
matikan dengan kemaksiatan.
2. Kehilangan jatah rizkinya. Nabi bersabda:
"Sungguh seseorang bisa tidak mendapatkan
rizkinya sebab dosa yang dilakukannya." (HR.
Ahmad dan Hakim dari Tsauban)
3. Pelaku maksiat akan mengalami kegersangan
jiwa terhadap Rabbnya. Dia akan kehilangan
kelezatan ma'iyatillah, padahal hal ini tidak bisa
dinilai dengan kenikmatan duniawi. Jika semua
kelezatan duniawi disatukan tidak akan bisa
mengobati kekeringan jiwa seseorang.
4. Dia juga akan merasa buas dengan sesama,
utamanya dengan para pelaku kebaikan. Semakin
kuat rasa kebuasannya semakin jauh dia dengan
manusia baik.
5. Semua perkaranya menjadi semakin susah.
Maka dari itu, ia akan selalu mendapati pintu
tertutup dalam segala hal. Kebalikannya, orang
yang menjauhi dosa akan selalu menemukan way
out dari segala urusannya. Allah berfirman yang
artinya: " Siapa saja yang bertakwa kepada Allah,
maka Allah mejadikan segala urusanya menjadi
lebih mudah." (...l
6. Pendosa ini akan mendapati kegelapan hati. Ia
merasakannya seperti saat berjalan pada malam
kelam. Pertama kali akan tampak secara lahiriyah di
matanya, lalu menjalar ke mukanya dan akhirnya
akan diketahui oleh semua orang.
7. Kemaksiatan bisa melemahkan badan dan hati
seseorang. Maka dari itu, ia tidak memiliki
keteguhan hati dan juga akan terlihat loyo saat
kegentingan yang memerlukannya walau kelihatan
tegap badan dan ototnya.
8. Kehilangan ketaatan dan banyak pahala. Karena
dengan dosa tersebut, ia terhalang untuk
melakukan berbagai ketaatan. Padahal sebuah amal
ketaatan itu jauh lebih baik daripada dunia seisinya.
9. Kemaksiatan mengurangi jatah umur dan
menghilangkan keberkahannya. Karena amal
kebajikan itu menambah umur seseorang maka
kemaksiatan (amal bejat) dapat mengurangi usia.
Rahasianya, usia seseorang adalah waktu
hidupnya. Sedangkan hidup tidak berarti kecuali
dengan berbakti (beribadah) kepada Penciptanya,
merasa nikmat dengan mencintai dan
mengingatNya serta lebih mendahulukan ridhaNya.
10. Kemaksiatan menumbuhkan benih-benih dosa.
Sebagian ulama berkomentar: Termasuk balasan
amal buruk (maksiat) adalah amal buruk
berikutnya. Sedangkan balasan amal baik (hasanat)
ialah amalan baik selanjutnya.
11. Kemaksiatan melemahkan keinginan pelakunya.
Karena maksiat itu akan menguatkan keinginan
berbuat dosa dan melemahkan keinginan bertobat.
12. Menganggap kemaksiatan sebagai hal yang
biasa. Lalu lenyaplah rasa benci kepadanya dan
bahkan berubah menjadi suatu tradisi. Pelakunya
menjadi apatis tidak menghiraukan suara dan
pandangan masyarakat.
13. Kemaksiatan salah satu faktor jatuhnya di mata
Tuhan dan masyarakatnya. Allah berfirman yang
artinya: " Dan siapa saja yang dihinakan oleh Allah,
maka tidak ada lagi yang memuliakannya." (QS. Al-
Hajj: 18)
14. Kesialan akan menghantui pelakunya.
15. Kemaksiatan mewariskan kehinaan. Karena
kehormatan dan kemuliaan itu berada pada
naungan taat kepada Allah. Allah berfirman yang
artinya: " Siapa saja yang menginginkan kemuliaan,
sesungguhnya seluruh kemuliaan itu hanya milik
Allah." (QS. Fathir: 10)
16. Kemaksiatan merusak otak. Karena pikiran itu
memiliki nur sedangkan maksiat fungsinya adalah
memadamkan nur tersebut. Jika nur pikiran padam
maka berkuranglah kebriliannya.
17. Jika dosa-dosa banyak menumpuk, maka akan
lengket di hati pelakunya dan menjadikannya orang
yang lalai. Sebagian ulama menafsirkan ayat yang
artinya: " ... " (QS. Al-Muthoffifin: 14) dengan: Dosa
di atas dosa.
18. Pelaku kemaksiatan masuk dalam rangkaian
laknat Rasulullah . Maka sungguh amat merugi
manusia yang didoakan buruk oleh orang yang
amat mustajab doanya.
19. Dia juga kehilangan peluang untuk
mendapatkan doa baik dari Rasulullah dan para
malaikat.
20. Dosa dan kemaksiatan itu termasuk faktor
utama dalam kerusakan bumi. Allah berfirman
yang artinya: " Sungguh telah tampak jelas
kerusakan di daratan dan lautan sebab tingkah
polah manusia (dengan dosanya) agar merasakan
akibat tindakannya tersebut dan mau
kembali." (QS. Ar-Rum: 11)
21. Juga bisa mematikan api kecemburuan dalam
hati. Padahal ghirah itu merupakan energi dan
penawar hati. Manusia termulai adalah yang paling
hebat kadar ghirahnya, utamanya pada diri
sendiri , keluarga dan seluruh umat.
22. Kemaksiatan bisa menghilangkan sifat malu.
Malu merupakan inti kehidupan hati seseorang dan
pangkal segala kebaikan. Jika hilang, maka ia
kehilangan banyak hal. Nabi bersabda: "Rasa malu
itu adalah kebaikan seluruhnya." (HR. Muslim)
23. Demikian pula dapat melemahkan rasa
pengagungan terhadap Allah dalam hati seseorang
dan menghilangkan kewibawaanya di mata
manusia. Karena termasuk balasan dari
meremehkan Allah adalah dicabutnya kewibawaan
di mata orang lain, baik ia rela atau tidak. Akhirnya
ia tidak memiliki harga di mata mereka.
24. Kemaksiatan termasuk salah satu faktor
dilupakan Allah dan dibiarkan bergelimang dengan
hawa nafsu dan setannya. Maka dari itu,
kebinasaan dan kehancuran saja yang akan
didapat. Allah berfirman yang artinya: " Waha
orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian
kepada Allah, hendaknya seseorang itu melihat apa
yang telah dipersembahkan untuk esok dan sekali
lagi bertakwalah kepada Allah. Karena
sesungguhnya Allah Maha Tahu mengenai apa saja
yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian seperti
orang-orang yang melupakan Allah, maka Allah
melupakan jiwa mereka. Mereka itu adalah orang-
orang fasik." (QS. Al-Hasyr: 18-19)
25. Dosa dan maksiatu itu memperlemah jalan
seseorang menuju Allah dan akhirat dan bahkan
menyebabkannya terputus.
26. Dosa-dosa itu juga bisa menyingkirkan nikmat
dan mendatangkan bencana. Karena termasuk
balasan buruk bagi pelakunya adalah
menghilangkan kenimatan yang datang dan
memutus aliran nikmat yang akan diterima. Oleh
karenanya, seorang hamba selalu dalam
kenikmatan selama tidak melanggar dosa dan tidak
mendapati malapetakan melainkan karena dosa
pula. Allah berfirman yang artinya: "... " (QS. Al-
Anfal: 53) seorang penyair bersenandung:
27. Jika anda dalam kenikmatan maka peliharalah
28. karena kemaksiatan itu menghilangkan
kenikmatan-kenikmatan
29. Hapuslah kemaksiatan tersebut dengan
menaatiNya
30. karena siksa dan ancamanNya amatlah cepat
31. Sebab kemaksiatan, Allah menimpakan
ketakutan dan rasa kecut di hati pelakunya. Karena
ketaatan itu adalah benteng Allah yang agung,
siapa saja yang memasukinya akan mendapati
jaminan keamanan dari siksa dunia dan akhirat.
Sedangkan pelaku kemaksiatan tidak terlihat kecuali
dalam kondisi penuh ketakutan dan kehawatiran,
sebab dihantui perasaan dosanya terus menerus.
32. Kemaksiatan itu membelokkan hati seseorang
dari komitmen dan konsisten kepada inhiraf
(melenceng) dan sakit. Sungguh, pengaruh hati itu
amat besar seperti sakit atas badan seseorang.
Bahkan dosa-dosa itu pada hakikatnya adalah
penyakit hati yang hanya bisa sembuh dengan
meninggalkannya.
33. Kemaksiatan itu mematikan mata hati,
meredupkan cahayanya, menutup jalan ilmu dan
menghalangi pintu hidayah.
34. Kemaksiatan mengkerdilakan jiwa dan
menjadikannya hina dina. Sebaliknya amal taat
mengembangkan jiwa, membersihkan dan
membesarkannya. Allah berfirman yang artinya: "
Sungguh telah berbahagia orang yang ..." (QS. As-
Syams: 9-10)
35. Dosa juga menjatuhkan kedudukan seseorang
di sisi Allah dan di mata manusia. Karena orang
termulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa,
sedangkan yang paling dekat denganNya ialah
orang yang paling taat kepadaNya.
36. Kemaksiatan merampas nama terpuji dan
kemuliaan. Maka ia kehilangan predikat mukmin,
pelaku kebaikan dan orang yang bertaqwa. Tapi
mendapatkan predikat pendurhaka, fasik, penzina,
pemabok dll.
37. Kemaksiatan memutus tali hubungan
seseorang dengan Rabbnya. Jika hal itu terputus,
maka terputuslah aliran kebaikan dan hanya
menemui semua faktor keburukan.
38. Kemaksiatan menghapuskan keberkahan-
keberkahan, baik keberkahan umur, rizki, ilmu,
pekerjaan dan ketaatan. Secara keseluruhan
menghilangkan keberkahan agami dan duniawi.
39. Kemaksiatan menjadikan pelakunya hina dina.
Padahal memiliki peluang menjadi lebih terhormat.
Nabi bersabda: "Aku diutus dihadapan hari Kiamat.
Rzkiku berada di bawah tombakku dan ditimpakan
orang yang tidak menaatiku kehinaan dan
kekerdilan." (HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr)
40. Kemaksiatan menarik makhluk lain untuk lebih
berani kepada pelakunya. Maka dari itu, setan lebih
berani menimpakan penyakit, kesesatan, waswas,
kesedihan dan kesusahan. Demikian pula setan
manusia dan hewan lain.
41. Kemaksiatan itu menghianati pelakunya dalam
hal yang amat diperlukannya. Baik itu dalam
mendapatkan ilmu, lebih mementingkan sesuatu
yang remeh daripada yang lebih mulia.
42. Maksiat bisa menjadikan lupa pelakunya
terhadap dirinya sendiri. Jika ia melupakannya
maka akan menyia-nyiakan, merusakkan dan
menghancurkannya. Allah berfirman yang artinya:
" Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang
melupakan Allah lalu Allah lupa terhadap diri
mereka sendiri. Mereka itu adalah orang-orang
fasik." (Al-Hasyr: 19). Juga dalam ayat: "Mereka lupa
Allah, maka Allah lupa mereka." (At-Taubah: 67)
43. Maksiat menjauhkan diri pelakunya dari para
penolongnya. Maka ia akan lebih dekat kepada
setan.
44. Termasuk efek maksiat adalah kehidupan sulit
di dunia, kubur dan siksa pedih di akhirat. Allah
berfirman yang artinya: " Dan siapa saja yang
berpaling dari mengingatKu, maka sungguh ia
akan menemui kehidupan susah." (Thoha: 124)
Ini semua adalah aneka efek maksiat dan dosa.
Orang yang menggunakan akalnya akan merasa
cukup untuk bertaubat dan kembali kepada Allah
dengan salah satunya saja. Maka sungguh amat
layak untuk seorang muslim untuk segera bertobat
secara benar. Allah berfirman yang artinya: "
Katakanlah, Waha para hambaKu yang telah
menzalimi dirinya sendiri, janganlah kalian
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampuni seluruh dosa. Sesungguhnya
Allah Maha pengampun dan Maha
penyayang." (az-Zumar: 53)
Nabi bersabda: "Bahwasanya Allah
membentangkan kedua Tangannya pada malam
hari untuk menerima tobat orang yang berbuat
dosa di siang hari. Dan membukanya pada siang
hari untuk menerima tobat orang yang berbuat
dosa pada malam hari."
Jauhilah tobat yang bohong yang hanya dibibir
saja, sementara hatinya selalu ingin melakukan
kemaksiatan. Jangan anda anggap remah suatu
kemaksiatan, karena sebab kemaksiatanlah bapak
dan ibu kita dikeluarkan dari Surga. Juga penyebab
Iblis dikeluarkan dari lingkungan malaikat. Demikian
pula yang menyebabkan disiksanya kaum 'Ad,
kaum Tsamud dengan suatu teriakan, kaum Luth,
kaum Nabi Syu'aib, Fir'aun dan pengikutnya serta
maksiat merupakan penyebab segala bencana
yang menimpa manusia. Maksiat itu menyeru,
saudariku saudariku. Begitu pula kebaikan. Hanya
saja maksiat menyeru dan menyeru saudarinya
hingga terkumpul pada seseorang dan akhirnya
menghancurkannya. Maka dari itu, marilah kita
memohon kepada Allah agar selalu diberi
ampunan dan keselamatan.
Dan akhirnya, wa shallallaahu 'alaa Muhammadin
wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.
SUMBER : http://www.nouralislam.org/indonesian/
indofiles/aklaq/40akibat.htm
mari kita berfikir, mengingat kembali tentang
sebuah penyakit yang apabila kita biarkan maka
akan membuat kehancuran bagi kehidupan
seorang hamba di dunia maupun di akhirat,
sepatutnya kita sadar dan mengetahui bahwa
perbuatan dosa dan ma ’siat adalah sumber dari
malapetaka yang membahayakan. bahayanya
terhadap hati seperti racun dalam tubuh sesuai
dengan tingkatan beda kemudharatan, tidak ada
keburukan dan penyakit melainkan penyebab dari
semua itu adalah bermuara dari dosa dan ma ’siat.
apa penyebab bapak-ibu kita keluar dari surga
rumah kelezatan, kenikmatan dan kebahagia ’an
kepada rumah kesengsara’an, kesusahan serta
tempat dari segala musibah??? tak lain adalah dosa
dan ma ’siat.
apa penyebab iblis di usir dari keraja’an langit, di
usir dan di laknat . bentuknya di rubah luar – dalam
hingga berubah menjadi bentuk yang sangat
buruk lagi menyeramkan, dan batinya lebih buruk
lagi lebih menyeramkan daripada bentuk luarnya.
dari dekat berubah menjadi jauh, dari rahmat
menjadi laknat, dari indah menjadi jelek, dari surga
menjadi keneraka, dari iman menjadi kufur, dari
pemimpin yang di cintai menjadi seorang musuh
yang paling di benci, dari yang suka bertasbih dan
mensucikan allah dan bertahlil, berubah menjadi
kekufuran,kemusyrikan,kema ’siatan, kepalsuan,
kebohongan,serta keburukan. maka terhina di
hadapan ALLAH di puncak kehina ’an, jatuh di mata
ALLAH di dasar jurang kenista’an, kebohonganya
adalah kebohongan yang paling besar, dan jadilah
ia pemimpin dari orang-orang fasiq dan penjahat
yang rela di pimpin oleh iblis setelah mereka
menjadi seorang hamba yang terhormat. maka
jauhkan kami wahai tuhan dari menyelisih
perintahmu dan melakukan laranganmu.
apa penyebab tenggelamnya penduduk bumi
sampai air menjulung tinggi ke puncak gunung-
gunung ???
apa penyebab datangnya angin badai ke kaum aad
sehingga mereka di campakkan ke permuka ’an
bumi dengan keadaan mati mengenaskan bak
daun kurma gugur berjatuhan ??? rumah, ladang,
tumpanganya di luluh lantakkan , sehingga ia
menjadi palajaran bagi ummat sampai hari
kiamat . semua itu tak lain adalah bermuara dari
perbuatan dosa dan maksiat. wahai tuhan kami
kami akui telah banyak dosa yang kami perbuat .
maka ampunilah … telah bnyak pelanggaran yang
kami lakukan maka jangan sampai itu menjadi
penghalang nikmatmu, penghalang dari
terkabulkan doa kami … bukakanlah pintu
magfirahmu sehingga kami bersimpuh di
hadapanmu dengan segala pengakuan …
astagfirullah robbal baraya, astagfirullah minal
khothoya . robbi zidni ilman naafi ’an wa waffiqni
amalan maqbulan
Semoga bermanfaat....

Mukjizat Al-Qur'an Terungkap: Ada Kobaran Api di Dasar Laut


0
0
1





Subhanallah! Baru-baru ini muncul sebuah
fenomena retakan di dasar lautan yang
mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air
mendidih hingga suhunya lebih dari seribu
derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar
biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut
menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-
luah, ia tidak bisa memadamkan api.
Allah bersumpah dengan fenomena kosmik unik
ini. Firman-Nya: "Ada laut yang di dalam
tanahnya ada api" (Qs. Ath-Thur 6).
Nabi SAW bersabda: "Tidak ada yang
mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji,
berumrah atau orang yang berperang di jalan
Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api
dan di bawah api terdapat lautan."
Ulasan Hadits Nabi
Hadits ini sangat sesuai dg sumpah Allah SWT
yang dilansir oleh Al-Qur ’an pada permulaan
Surah Ath-Thur, di mana Allah bersumpah (Maha
Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah
apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada
api "al-bahrul masjur." Sumpahnya:
"Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran
yang terbuka; dan demi Baitul Ma'mur; dan atap
yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam
tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu
pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat
menolaknya." (Qs. Ath-Thur: 1-8)
Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-
Qur ’an tidak mampu menangkap dan memahami
isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di
dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab
(kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai
menyalakan tungku pembakaran hingga
membuatnya panas atau mendidih. Sehingga
dalam persepsi mereka, panas dan air adalah
sesuatu yang bertentangan. Air mematikan
panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu
bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan
dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan
yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?
Persepsi demikian mendorong mereka untuk
menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di
akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung
dengan firman Allah SWT: "Dan apabila lautan
dipanaskan" (QS. At-Takwir 6).
Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-
Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa
futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun
sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur
semuanya menggunakan sarana-sarana empirik
yang benar-benar ada dan dapat ditemukan
dalam hidup kita (di dunia).
Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir
untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja
“ sajara” selain menyalakan sesuatu hingga
membuatnya panas. Dan mereka ternyata
menemukan makna dan arti lain dari kata
"sajara," yaitu “mala'a” dan “kaffa” (memenuhi
dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira
dengan penemuan makna dan arti baru ini karena
makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan
ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT
telah memberikan anugerah kepada semua
manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian
bumi yang rendah dengan air sambil
menahannya agar tidak meluap secara berlebihan
ke daratan.
Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita
bahas ini secara singkat menegaskan bahwa:
Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di
bawah api ada lautan.
Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan
menyelam ke dasar laut dan samudera dalam
rangka mencari alternatif berbagai barang
tambang yang sudah nyaris habis cadangannya
di daratan akibat konsumerisme budaya
materialistik yang dijalani manusia sekarang ini.
Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung
berapi (volcanic mountain chain) yang
membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di
tengah-tengah seluruh samudera bumi yang
kemudian mereka sebut sebagai 'gunung-gunung
tengah samudera'.
Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung
tengah samudera ini tampak jelas bahwa
gunung-gunung tengah samudera tersebut
sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi
(volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya
ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui
sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring
retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi
dan ia melingkupi bola bumi kita secara
sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam
dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan
kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman
jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi
secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak
bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur
bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan
memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.
Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan
yang panas ke dasar semua samudera dan
beberapa lautan semacam Laut Merah dengan
suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius.
Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai
jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera
atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian
disebut oleh para ilmuwan dengan "fenomena
perluasan dasar laut dan samudera." Dengan
terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka
wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses
perluasan itupun penuh dengan magma
bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan
di dasar samudera dan beberapa dasar laut.
Salah satu fenomena yang mencengangkan para
ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun
sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap
tidak mampu memadamkan bara api magma
tersebut. Dan magma yang sangat panas pun
tidak mampu memanaskan air laut dan
samudera. Keseimbangan dua hal yang
berlawanan: air dan api di atas dasar samudera
bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika
Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan
seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan
bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada
batas.
Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka
yang banyak mengalami guncangan gunung
berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut
ini pun kaya dengan beragam jenis barang
tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah
proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan
Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa
untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan
tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.
Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler
barang tambang untuk mengumpulkan sampel
tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler
pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang
air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan
jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada
seorang pun yang berani mendekat karena
sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah
tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai
3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah
terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer,
bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar
setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh
melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di
daratan.
Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan
bukti bahwa semua air yang ada di bumi
dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi
melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap
moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan
lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini
hingga kedalaman tertentu mampu mencapai
lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi
dan lapisan bawahnya, magma vulkanik
menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih
banyak dibanding debit air yang ada di
permukaan bumi.
Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini
yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi
yang mencengangkan dengan sabda:
"Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di
bawah api ada lautan."
Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa
diketahui oleh umat manusia pada beberapa
tahun terakhir.
Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat
ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti
tersendiri akan kenabian dan kerasulan
Muhammad SAW, sekaligus membuktikan
bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit
dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta
langit dan bumi. Maha benar Allah yang
menyatakan:
"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an)
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
(kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh
(Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal
yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri
dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk
yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu
bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat
(pada Muhammad sejarak) dua ujung busur
panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia
menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad)
apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm
3-10)
Tidak seorang pun di muka bumi ini yang
mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada
beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta
ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar
merupakan kemukjizatan dan saksi yang
menegaskan kenabian Muhammad SAW dan
kesempurnaan kerasulannya.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

KEUTAMAAN SEDEKAH



Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi
tiba-tiba Allah SWT mendatangkan
seekor belalang emas dan hinggap di lengannya.
Baginda menepis-nepis lengan
bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SWT
berfirman, ''Bukankah Aku lakukan
begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?''
Nabi Ayub AS menjawab, ''Ya benar, wahai Sang
Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah
makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.''
Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya
keberkahan dalam rezeki yang
dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan
membawa arti tanpa ada
keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta
dan rezeki yang sedikit akan bisa
terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa
keberkahan rezeki yang meskipun banyak
akan terasakan sempit dan menyusahkan.
Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita
menjadi berkah, Rasulullah SAW
menganjurkan kepada umatnya untuk
memperbanyak sedekah.
Sabda Rasulullah SAW,
''Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.''
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan,
''Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada
dua malaikat menyeru kepada
manusia di bumi. Yang satu menyeru, 'Ya
Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada
orang yang membelanjakan hartanya kerena
Allah'. Yang satu lagi menyeru,
'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya'.''
Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di
sisi Allah SWT. Orang yang bakhil
dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian
hartanya akan merugi di dunia dan
akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi,
sejatinya orang yang bersedekah
adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab,
menginfakkan (belanjakan) harta akan
memperoleh berkah, dan sebaliknya
menahannya adalah celaka.
Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi
orang yang mengamalkannya.
Pertama, mengundang datangnya rezeki.
Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat
Alquran bahwa Dia akan membalas setiap
kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan.
Bahkan, di ayat yang lain
dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi
Thalib menyatakan, ''Pancinglah
rezeki dengan sedekah.''
Kedua, sedekah dapat menolak bala.
Rasulullah SAW bersabda, ''Bersegeralah
bersedekah, sebab yang namanya bala
tidak pernah bisa mendahului sedekah.''
Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.
Rasulullah SAW menganjurkan, ''Obatilah
penyakitmu dengan sedekah.''
Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan
memperpanjang umur.
Kata Rasulullah SAW, ''Perbanyaklah sedekah.
Sebab, sedekah bisa memanjangkan
umur.''
Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah
SWT mencintai orang-orang yang
bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai
seorang hambanya, maka tidak ada
persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada
permintaan dan doa yang Allah
tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah
tidak ampuni, dan hamba tersebut
akan meninggal dunia dalam keadaan husnul
khatimah (baik).
Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar
dari persoalan yang dihadapi
manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu
dahsyatnya, masihkah kita belum juga
tergerak untuk mencintai sedekah? Wallahu a'lam
bis-shawab

RAHASIA DIBALIK ADZAN


Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU
yang dirahmati ALLAH SWT, Mengapa
lidah kelu disaat kematian? tetapi kematian itu pasti
menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak
kita ketahui. Coba kita amati.
Mengapa kebanyakan orang yg nazak (hampir
ajal) tidak dapat berkata apa
-apa lidahnya kelu, keras dan hanya mimik
mukanya yang menahan kesakitan sakaratul
maut'.
Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud:
"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika adzan,
jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut
menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kita
disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata
apa-apa pun semasa adzan berkumandang.
Sebagai orang beragama Islam kita wajib
menghormati adzan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu
kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan
diamkan diri. Mengapa ketika adzan kita tidak
boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang
berkata-kata ketika adzan, Allah akan kelukan
lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya
lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak
dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah" yang
mana siapa yang dapat mengucapkan kalimah ini
ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya
menjanjikan syurga untuk mereka.Dari itu
marilah kita sama-sama menghormati adzan dan
mohon kepada Alloh supaya lidah ini tidak kelu
semasa nyawa kita sedang dicabut.
"Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan
kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah
kami mengucap kalimah "Lailahaillallah" semasa
sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin..
amin Yarobbal a'lamin.."
WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada
SAIDINA ALI R.A.:Wahai Ali, bagi orang MUKMIN
ada 3 tanda-tandanya:
1) Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.
2) Tidak terpesona dengan pujuk rayu.
3) Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-
sia..
Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.
Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3
tanda2nya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.
Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3
tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam
keharaman.
Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.
Uang Rp 50.000 atau S$50 kelihatan begitu besar
bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu
kecil bila kita bawa ke supermarket. 45 menit
terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa
pendeknya waktu itu untuk pertandingan bola
sepak. Semua insan ingin memasuki syurga
tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara
tentang bagaimana untuk memasukinya.
Kita mengirimkan ribuan 'jokes' dan 'surat
berantai' melalui e-mail tetapi bila mengirimkan
yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2
atau 3 kali. OLEH KARENA ITU JANGAN BIARKAN
DIRI KITA INI MENJADI SEBAHAGIAN DARI
KEJAHILAN TERSEBUT, INSYA ALLAH AMIN....
Wassalamualaikum

RAJA DARI SEGALA ISTIGHFAR (sayyidul istighfar)



Allahumma anta Rabbi la ilaha
illa anta khalaqtani, wa ana
abduka wa ana ala ahdika ma-
statha'tu, a'udzu bika min syarri
ma shana'tu, abu'u laka
bini'matika 'alayya wa abu'u
bidzanbi fa-gfir li, fainnahu la
yaghfirudz-dzunuba illa anta

Artinya
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku,
yang tiada Tuhan pantas disembah
melainkan Engkau. Tuhan yang
telah menciptakan diriku. Aku
adalah hamba-Mu dan aku ada
dalam perjanjian-Mu, yang dengan
segala kemampuanku aku
laksanakan perintah-Mu. Aku
berlindung kepada-Mu dari segala
perbuatan buruk yang aku lakukan
kepada-Mu. Engkau telah
mencurahkan nikmat-Mu
kepadaku, sedangkan aku
senantiasa berbuat dosa.
Ampunilah dosaku karena tidak
ada yang dapat mengampuni dosa
kecuali Engkau (HR. Abu Dawud,
Nasa’i, Ibnu Majah, dan Hakim)
Rasulullah membiasakan
membaca doa itu dan beliau
menyebutkan sebagai Sayyidul
Istighfar atau Raja Istighfar.
Bahkan, Rasulullah menegaskan,
barangsiapa yang membaca
sayyidul istighfar pada sore hari
dan hamba Allah itu meninggal
pada malam harinya hingga terbit
matahari ia berhak masuk surga.
Barangsiapa yang membaca
sayyidul istighfar pada malam hari,
kemudian hamba Allah itu
meninggal pada siang hari (mulai
matahari terbit hingga
terbenamnya) ia berhak masuk
surga.

TAWASUL



Tawasul Memang banyak pemahaman saudara-saudara kita muslimin yang perlu diluruskan
tentang tawassul, tawassul adalah berdoa kepada Allah dengan perantara amal shalih, orang shalih, malaikat, atau orang-orang mukmin. Tawassul merupakan hal yang sunnah, dan tak pernah ditentang oleh Rasul saw, tak pula oleh Ijma Sahabat radhiyallahuanhum, tak pula oleh Tabiin, dan bahkan para Ulama dan Imam-Imam besar Muhadditsin, mereka berdoa tanpa perantara atau dengan perantara, dan tak ada yang
menentangnya, apalagi mengharamkannya, atau bahkan memusyrikkan orang yang
mengamalkannya.
Pengingkaran hanya muncul pada abad ke 19-20
ini, dengan munculnya sekte sesat yang
memusyrikkan orang-orang yang bertawassul,
padahal Tawassul adalah sunnah Rasul saw,
sebagaimana hadits shahih dibawah ini : Wahai
Allah, Demi orang-orang yang berdoa kepada
Mu, demi orang-orang yang bersemangat
menuju (keridhoan) Mu, dan Demi langkah-
langkahku ini kepada (keridhoan) Mu, maka aku
tak keluar dengan niat berbuat jahat, dan tidak
pula berniat membuat kerusuhan, tak pula
keluarku ini karena Riya atau sumah.. hingga akhir
hadits. (HR Imam Ahmad, Imam Ibn Khuzaimah,
Imam Abu Naiem, Imam Baihaqy, Imam
Thabrani, Imam Ibn Sunni, Imam Ibn Majah
dengan sanad Shahih). Hadits ini kemudian
hingga kini digunakan oleh seluruh muslimin
untuk doa menuju masjid dan doa safar.
Tujuh Imam Muhaddits meriwayatkan hadits ini,
bahwa Rasul saw berdoa dengan Tawassul
kepada orang-orang yang berdoa kepada Allah,
lalu kepada orang-orang yang bersemangat
kepada keridhoan Allah, dan barulah bertawassul
kepada Amal shalih beliau saw (demi langkah2ku
ini kepada keridhoan Mu).
Siapakah Muhaddits?, Muhaddits adalah seorang
ahli hadits yang sudah hafal 10.000 (sepuluh ribu)
hadits beserta hukum sanad dan hukum
matannya, betapa jenius dan briliannya mereka
ini dan betapa Luasnya pemahaman mereka
tentang hadist Rasul saw, sedangkan satu hadits
pendek, bisa menjadi dua halaman bila disertai
hukum sanad dan hukum matannya. Lalu hadits
diatas diriwayatkan oleh tujuh Muhaddits..,
apakah kiranya kita masih memilih pendapat
madzhab sesat yang baru muncul di abad ke 20
ini, dengan ucapan orang-orang yang dianggap
muhaddits padahal tak satupun dari mereka
mencapai kategori Muhaddits , dan kategori
ulama atau apalagi Imam Madzhab, mereka
bukanlah pencaci, apalagi memusyrikkan orang-
orang yang beramal dengan landasan hadits
shahih.
Masih banyak hadits lain yang menjadi dalil
tawassul adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana
hadits yang dikeluarkan oleh Abu Nu'aim,
Thabrani dan Ibn Hibban dalam shahihnya,
bahwa ketika wafatnya Fathimah binti Asad
(Bunda dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw,
dalam hadits itu disebutkan Rasul saw rebah/
bersandar dikuburnya dan berdoa : Allah Yang
Menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha
Hidup tak akan mati, ampunilah dosa Ibuku
Fathimah binti Asad, dan bimbinglah hujjah nya
(pertanyaan di kubur), dan luaskanlah atasnya
kuburnya, Demi Nabi Mu dan Demi para Nabi
sebelum Mu, Sungguh Engkau Maha Pengasih
dari semua pemilik sifat kasih sayang.", jelas
sudah dengan hadits ini pula bahwa Rasul saw
bertawassul di kubur, kepada para Nabi yang
telah wafat, untuk mendoakan Bibi beliau saw
(Istri Abu Thalib).
Demikian pula tawassul Sayyidina Umar bin
Khattab ra. Beliau berdoa meminta hujan kepada
Allah : Wahai Allah.. kami telah bertawassul
dengan Nabi kami (saw) dan Engkau beri kami
hujan, maka kini kami bertawassul dengan
Paman beliau (saw) yang melihat beliau (saw),
maka turunkanlah hujan..?. maka hujanpun
turun. (Shahih Bukhari hadits no.963 dan hadits
yang sama pada Shahih Bukhari hadits no.3508).
Umar bin Khattab ra melakukannya, para sahabat
tak menentangnya, demikian pula para Imam-
Imam besar itu tak satupun mengharamkannya,
apalagi mengatakan musyrik bagi yang
mengamalkannya, hanyalah pendapat sekte sesat
ini yang memusyrikkan orang yang bertawassul,
padahal Rasul saw sendiri berrtawassul. Apakah
mereka memusyrikkan Rasul saw?, dan
Sayyidina Umar bin Khattab ra bertawassul,
apakah mereka memusyrikkan Umar ?,
Naudzubillah dari pemahaman sesat ini.
Mengenai pendapat sebagian dari mereka yang
mengatakan bahwa tawassul hanya boleh pada
orang yang masih hidup, maka entah darimana
pula mereka mengarang persyaratan tawassul
itu, dan mereka mengatakan bahwa orang yang
sudah mati tak akan dapat memberi manfaat
lagi.., pendapat yang jelas-jelas datang dari
pemahaman yang sangat dangkal, dan pemikiran
yang sangat buta terhadap kesucian tauhid..
Jelas dan tanpa syak bahwa tak ada satu
makhlukpun dapat memberi manfaat dan
mudharrat terkecuali dengan izin Allah, lalu
mereka mengatakan bahwa makhluk hidup bisa
memberi manfaat, dan yang mati mustahil?, lalu
dimana kesucian tauhid dalam keimanan mereka?
Tak ada perbedaan dari yang hidup dan yang
mati dalam memberi manfaat kecuali dengan izin
Allah.., yang hidup tak akan mampu berbuat
terkecuali dengan izin Allah, dan yang mati pun
bukan mustahil memberi manfaat bila
dikehendaki Allah. karena penafian kekuasaan
Allah atas orang yang mati adalah kekufuran yang
jelas.
Ketahuilah bahwa tawassul bukanlah meminta
kekuatan orang mati atau yang hidup, tetapi
berperantara kepada keshalihan seseorang, atau
kedekatan derajatnya kepada Allah swt, sesekali
bukanlah manfaat dari manusia, tetapi dari Allah,
yang telah memilih orang tersebut hingga ia
menjadi shalih, hidup atau mati tak membedakan
Kudrat ilahi atau membatasi kemampuan Allah,
karena ketakwaan mereka dan kedekatan mereka
kepada Allah tetap abadi walau mereka telah
wafat.
Contoh lebih mudah, anda ingin melamar
pekerjaan, atau mengemis, lalu anda mendatangi
seorang saudagar kaya, dan kebetulan mendiang
tetangga anda yang telah wafat adalah abdi
setianya yang selalu dipuji oleh si saudagar, lalu
anda saat melamar pekerjaan atau mungkin
mengemis pada saudagar itu, anda berkata :
"Berilah saya tuan.. (atau) terimalah lamaran saya
tuan, saya mohon.. saya adalah tetangga dekat
fulan, nah.. bukankah ini mengambil manfaat dari
orang yang telah mati?, bagaimana dengan
pandangan bodoh yang mengatakan orang mati
tak bisa memberi manfaat??, jelas-jelas saudagar
akan sangat menghormati atau menerima
lamaran pekerjaan anda, atau memberi anda
uang lebih, karena anda menyebut nama orang
yang ia cintai, walau sudah wafat, tapi kecintaan si
saudagar akan terus selama saudagar itu masih
hidup?, pun seandainya ia tak memberi, namun
harapan untuk dikabulkan akan lebih besar, lalu
bagaimana dengan Arrahmaan Arrhiim, Yang
Maha Pemurah dan Maha Menyantuni?? dan
tetangga anda yang telah wafat tak bangkit dari
kubur dan tak tahu menahu tentang lamaran
anda pada si saudagar, NAMUN ANDA
MENDAPAT MANFAAT BESAR DARI ORANG
YANG TELAH WAFAT.
aduh...aduh... entah apa yang membuat
pemikiran mereka sempit hingga tak mampu
mengambil permisalan mudah seperti ini. Firman Allah : "MEREKA ITU TULI, BISU DAN BUTA DAN TAK MAU KEMBALI PADA KEBENARAN" (QS Albaqarah-18). Wahai Allah beri hidayah pada kaumku, sungguh mereka tak
mengetahui.
Wassalam.

Karunia dalam "TIDAK"



oleh habib abu bakar hasan assegaf

Aku mohon kepada Allah, Ya Rabb, cabutlah
kesombongan dalam diriku. Alllah menjawab;
"Tidak! bukan tugas-Ku untuk mencabutnya, tapi
tugasmu untuk menghentikannya."

Aku mohon kepada Allah, Ya Rabb, karuniakan
kepada hamba kesabaran. Allah menjawab;
"Tidak! kesabaran adalah produk samping dari
cobaan hidup. ia diperjuangkan, bukan
dihadiahkan."

Aku mohon kepada Allah, Ya Rabb, berilah
hamba kebahagiaan. Allah menjawab "Tidak!. Kau
Kuberkahi. kebahagiaan tergantung pada dirimu
sendiri."

Aku mohon kepada Allah, Ya Rabb, hindarkan
hamba dari kepedihan. Allah menjawab; "Tidak!
penderitaan mengalihkanmu dari hal-hal ke-
duniaan, dan membuatmu lebih dekat kepada-
Ku."

Aku mohon segala sesuatu kepada Allah, agar
dengannya aku dapat menikmati kehidupan. Allah
menjawab "Tidak! Aku akan memberimu
kehidupan sehingga kau dapat menikmati segala
sesuatu."

Aku mohon kepada Allah, untuk membantuku
mencintai sesama, sebagaimana DIA hambaNya.
Allah berkata; "Ahh...., akhirnya kau memahami
maksud-Ku." .

RINTIHAN ROH



Diriwayatkan: “Jika roh telah keluar dari tubuh
manusia dan telah lewat tiga hari, maka roh itu
berkata: Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku
sehingga aku berjalan dan melihat tubuhku yang
dahulu aku berada di dalamnya. ” Maka Allah
memperkenankan kepadanya. Lalu ia datang ke
kuburnya dan melihat kepadanya dari jauh.
Kedua lubang hidungnya dan mulutnya mengalir
darah. Maka ia menangis dengan suatu tangisan
yang cukup lama. Lalu ia merintih, aduuuh hai
tubuhku yang miskin, wahai kekasihku. Ingatlah
akan hari kehidupanmu. Rumah ini adalah
rumah serigala, bala bencana, rumah yang
sempit, rumah kesusahan dan penyesalan.
Setelah lewat lima hari roh berkata: “Wahai
Tuhanku, perkenankanlah aku untuk melihat
tubuhku. ” Maka Allah memperkenankannya. Lalu
ia datang ke kuburnya dan melihat dari jauh. Dan
mengalirlah kedua lubang hidung dan mulutnya
berupa air nanah.
Firman Allah SWT bermaksud:
“ Mereka tidak dapat berbicara pada hari roh (Jibril
atau ruhul qudus) dan para malaikat berdiri
dengan berbaris. ”
( An-Naba’: 38)
Disebutkan dalam satu keterangan, bahawa
yang dimaksud roh itu adalah rohnya anak
Adam (manusia), dan keterangan yang lain
mengatakan bahawa roh itu adalah rohnya
malaikat Jibril as. Juga ada keterangan yang
menyebutkan bahawa roh itu adalah rohnya
Nabi Muhammad SAW yang berada di bawah
Arasy, ia minta izin dari Allah di malam Lailatul
Qadar untuk turun memberikan salam
penghormatan kepada seluruh mukminin dan
mukminat dan roh itu berjalan melalui mereka.
Ada pula yang menyebutkan bahawa roh itu
adalah rohnya para kerabat yang sudah mati,
mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, semoga
Engkau memperkenankan kami untuk turun ke
rumah-rumah kami, sehingga kami melihat
anak-anak kami dan ahli-ahli kami. Maka roh-roh
itu turun pada malam Lailatul Qadar.
Sebagaimana Ibnu Abbas ra mengatakan: “Jika
datang Hari Raya, hari Asyura’, hari Jumaat yang
pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban,
Lailatul Qadar, dan malam Jumaat, roh-rohnya
para mayat semua keluar dari kubur mereka dan
mereka semua berdiri di pintu-pintu rumahnya
seraya berkata: “Belas kasihanlah kamu semua
kepada kami di malam yang berkah ini dengan
sedekah satu suap, sebab kami memberikan
sedekah. Jika kalian bakhil dengan sedekah, dan
kamu sekalian tidak mahu memberikannya,
maka hendaklah kalian mengingat kami dengan
bacaan surah Al-Fatihah di malam yang penuh
keberkahan ini.
Adakah seorang telah belas kasihan kepada
kami, apakah dari salah seorang ada yang
mengenangkan ratapan kami wahai orang yang
menempati rumah-rumah kami, wahai orang
yang menikmati wanita (isteri kami), wahai
orang yang berdiri memperluas mahligai kami
yang sekarang kami dalam kesempitan kubur
kami, wahai orang yang membagi harta benda
kami, wahai orang.yang menyiakan anak yatim
kami. Adakah salah seorang dari kamu sekalian
ada yang mengenang perantauan kami? Buku
amal kami dilipat dan kitab amal kalian dibuka.
Dan bukanlah bagi mayat yang berada dalam
liang kubur melainkan pahalanya. Maka
janganlah kalian melupakan kami dengan sebuku
rotimu dan doamu, sebab kami orang-orang
yang berhajat kepada kamu sekalian, selama-
lamanya.
Jika mayat memperoleh sedekah dan doa dari
mereka maka ia kembali dengan riang gembira,
dan jika ia tidak memperoleh maka ia pulang
dengan sedih dan duka serta terhalang, dan
putus asa dari mereka.
Telah diterangkan, bahawasanya roh dalam
perkumpulan haiwan tidak dalam seluruh tubuh,
tapi ia dalam satu bahagian dari beberapa
bahagian yang tidak dapat ditentukan dengan
dalil. Bahawasanya seorang dilukai dengan luka-
luka yang banyak maka ia tidak mati. Dan ia
dilukai dengan luka-luka satu maka ia menjadi
mati. Sebab luka itu jika menimpa pada tempat
di mana roh bertempat di mana roh di
dalamnya, dan bahawasanya roh bertempat
pada seluruh tubuh dan bahawasanya mati itu
dalam seluruh tubuh, maka Firman Allah SWT
menunjukkan:
Katakanlah: “la akan dihidupkan oleh Tuhan yang
menciptakannya kali yang pertama.”
(Yaa Siin: 79)
Jika dikatakan, apakah bedanya antara roh
dengan rawan? Maka kita katakan hahwa
keduanya adalah satu. Keduanya tidak ada
perbedaan, sebagaimana tubuh serta tangan
adalah menjadi satu. Cuma kalau tangan dapat
bergerak kesana kemari tapi kalau tubuh sama
sekali tidak bergerak. Demikian pula rawan
kesana kemari tapi sama sekali tidak bergerak.
Kemudian mengenai tempatnya roh di dalam
tubuh tidak dapat ditentukan. Adapun tempatnya
rawan di antara kedua alis. Maka jika roh itu
hilang seorang hamba menjadi mati, dan jika
rawan hilang ia menjadi tidur. Sebagaimana air
yang dituangkan qas ’ah dan ditaruh di rumah
ada matahari yang sinarnya melalui lubang atap
dan qas ’ah itu tidak bergerak dari tempatnya.
Maka demikian halnya roh bertempat di dalam
tubuh dan pusatnya berada di Arasy. Adapun
rawan melihat dikala bermimpi dan ia berada di
alam malakut.
Adapun tempatnya roh setelah dicabut, ada
diterangkan bahawa tempatnya disengkala yang
didalamnya terdapat lubang sejumlah bilangan
haiwan-haiwan yang dijadikan sampai hari
kiamat. Jika ia mendapat kenikmatan berada di
situ dan jika mendapat azab maka di situ pula.
Ada disebutkan bahawa roh-roh para
mukminin berada dalam telur burung yang hijau
di syurga iliyyin, adapun rohnya orang-orang
kafir berada dalam telur burung yang hitam di
neraka. Dan ada dikatakan bahawa rohnya para
mukminin ketika dicabut, maka para malaikat
rahmat sama mengangkat membawa naik roh
ke langit yang tujuh dengan memuliakan dan
mengagungkan. Kemudian dipanggil Zat
pemanggil dari sisi Allah yang Rahman:
“ Hendaklah kamu semua menulis roh itu dalam
Illiyyin lalu kembalikanlah ke bumi.”
Maka mereka mengembalikan roh seorang
mukmin ke dalam tubuhnya dan ia dibukakan
pintu syurga, ia melihat tempatnya di syurga
sampai datangnya hari kiamat.
Dan bahawasanya rohnya orang-orang kafir
sewaktu dicabut maka para malaikat azab sama
membawa naik roh itu ke langit dunia. Maka
ditutuplah pintu-pintu langit yang lain dan ia
diperintah mengembalikan ke tempat berbaring
tubuhnya, kuburnya disempitkan dan ia
dibukakan pintu neraka. Oleh kerananya ia
melihat tempat kediamannya kelak sampai
datangnya hari kiamat. Dalam hal ini
sebagaimana pernah disabdakan Nabi SAW,
sehingga bahawasanya mereka mendengar
suara sandal-sandal kalian, hanya saja mereka
terhalang dari berkata.
Sebahagian Hukama’ ditanya tentang tempat
roh-roh setelah mati, maka ia menerangkan
sebagai berikut:
1. Bahawasanya roh-roh para Nabi berada
dalam Syurga Adn, ia berada dalam liang yang
menyenangkan tubuhnya. Adapun tubuh
bersujud kepada Tuhannya.
2. Roh-roh para Syuhada berada di syurga
Firdaus, pada tengahnya syurga itu berada
dalam telih burung yang hijau yang terbang di
syurga sekehendak hatinya. Kemudian datang
keqanadil yang digantungkan di Arasy.
3. Adapun roh-rohnya anak-anak kecil yang
Islam berada dalam telih burung pipitnya
Syurga.
4. Roh-rohnya para anak-anak musyrik
berputar-putar di syurga dan ia tidak punya
tempat, sampai hari kiamat. Lalu mereka
melayani para mukminin.
5. Roh-rohnya orang-orang mukmin yang
mempunyai hutang dan aniaya digantung
diangkasa. Ia tidak sampai ke syurga dan tidak
pula ke langit sampai ia membayar hutangnya
dan penganiayaannya.
6. Roh-rohnya orang-orang Islam yang
berdosa diazab dalam kubur beserta tubuhnya.
7. Roh-rohnya orang-orang kafir dan munafik
dalam penjara neraka Jahannam dipintakan
diwaktu pagi dan petang.
Dan disebutkan, bahawasanya roh adalah
merupakan jisim yang halus. Oleh kerana itu
tidak dapat dikatakan jika Allah itu mempunyai
roh. Sebab mustahil kalau Allah mempunyai
tempat seperti jisim-jisim. Dan dikatakan bahawa
roh adalah merupakan sifat dan dikatakan pula
kalau ia pecah jadi angin, maka kedua perkataan
ini adalah perkataannya orang yang mengingkari
adanya seksa kubur.
Ada diceritakan, bahawasanya seorang Yahudi
datang kepada Nabi SAW, maka mereka
bertanya kepada baginda tentang roh dari
Ashabi Raqim dan dari Raja Dzil Qarnain. Dengan
perdebatan Yahudi itu maka turunlah surah Al-
Kahfi.
Dan diturunkan tentang haknya roh adalah
Firman Allah SWT.
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh,
katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku.”
(Yaa Siin: 79)

Munajat mencapai marifat



Ali Zainal Abidin As-Sajjad (Rintihan Suci
Ahlul Bait)
Dengan asma Allah Yang Mahakasih dan
Mahasayang
Tuhanku
Kelu lidah untuk mencapai pujian-Mu
yang layak dengan keagungan-Mu
Lesu akal untuk mencerap hakikat keindahan-Mu
Letih pandangan untuk menatap kebesaran
wajah-Mu
Tidak Kauberikan pada segenap makhluk
jalan untuk mencapai makrifat-Mu
selain makrifat yang lemah
Tuhanku
Jadikan kami di antara mereka
yang tertanam dalam hatinya pohon kerinduan
pada-Mu
yang seluruh kalbunya dirasuki gelora cinta-Mu
Mereka berlindung pada sarang tafakur
Mereka merumput pada padang taqarrub dan
mukasyafah
Mereka mereguk pancaran mata air mahabbah
dengan gelas mulathafah
Mereka menempuh jalan-jalan kesucian
Tirai telah tersingkap dari bashirah mereka
Kegelapan syak telah tersingkir dari aqidah
mereka
Sudah hilang guncangan keraguan
dari kalbu dan nurani mereka
Karena kebenaran makrifat, lega dada mereka
Menjulang himmah mereka
untuk meraih kebahagiaan dalam kesederhanaan
Lezat minumannya dalam istana mu'amalah
Indah nuraninya dalam majlis kerinduan
Sejuk hatinya dalam tempat ketakutan
Tenteram jiwanya saat kembali ke Rabbul-Arbab
Yakin arwahnya untuk meraih bahagia dan
keberhasilan
Bahagia hatinya dalam memandang Kekasihnya
Tetaplah keteguhannya dalam mencapai Cita dan
Dambanya
Berlaba dagangnya dalam menjual dunia untuk
akhiratnya
Tuhanku
Alangkah lezatnya getar ilham dalam hati
karena mengingat-Mu
Alangkah manisnya perjalanan menuju-Mu
dalam jalan-jalan kegaiban karena kenangan
pada-Mu
Betapa sedapnya rasa cinta-Mu
Betapa nikmatnya minuman qurbah-Mu
Jangan Engkau campakkan dan jangan Engkau
jauhi kami
Jadikan kami yang paling istimewa di antara
pengenal-Mu
yang paling saleh di antara hamba-Mu
yang paling tulus di antara orang yang menaati-
Mu
yang paling ikhlas dalam mengabdi-Mu
Wahai Yang Mahabesar
Wahai Yang Mahaagung
Wahai Yang Maha Pemurah
Wahai Pemberi rahmat dan karunia
Ya Arhamar-Rahimin

Munajat mencapai tariqat



Ali Zainal Abidin As-Sajjad (Rintihan Suci
Ahlul Bait)


Dengan asma Allah Yang Mahakasih dan
Mahasayang
Mahasuci Engkau – Subhanaka
Alangkah sempitnya jalan bagi orang yang tidak
mempunyai jalan
Alangkah jelasnya jalan bagi orang yang telah
Kautunjuki
Ilahi
Bimbinglah kami ke jalan-jalan menuju-Mu
Lapangkanlah kami ke jalan terdekat ke arah-Mu
Dekatkan bagi kami yang jauh
Mudahkan bagi kami yang berat dan sulit
Gabungkan kami dengan hamba-hamba-Mu
yang berlari cepat mencapai-Mu
yang senantiasa mengetuk pintu-Mu
yang – malam dan siangnya – beribadat pada-Mu
yang bergetar takut karena kehebatan-Mu
yang Kaubersihkan tempat minumnya
yang Kausampaikan keinginannya
yang Kaupenuhi permintaannya
yang Kaupuaskan – dengan karunia-Mu –
kedambaannya
yang Kaupenuhi – dengan kasih-Mu –
sanubarinya
yang Kauhilangkan dahaganya dengan kemurnian
minuman-Mu
Karena Engkau, mereka mencapai kelezatan
menyeru-Mu
Dari Engkau, mereka memperoleh puncak cita-
citanya
Wahai Zat yang menyambut orang-orang yang
menemui-Nya
yang kembali kepada mereka dengan memberi
karunia
yang mengasihsayangi orang-orang yang lalai
mengingat-Nya
yang mencintakasihi orang-orang yang tertarik ke
pintu-Nya
Aku bermohon pada-Mu
Jadikan daku yang paling banyak mendapat
karunia-Mu
yang paling tinggi kedudukannya di sisi-Mu
yang paling besar bagiannya dari cinta-Mu
yang paling utama memperoleh makrifat-Mu
Untuk-Mu saja tercurah himmah-ku
kepada-Mu jua terpusat hasratku
Engkaulah hanya tempat kedambaanku - tidak
yang lain
Karena-Mu saja aku tegak terjaga - tidak karena
yang lain
Perjumpaan dengan-Mu kesejukan hatiku
Pertemuan dengan-Mu kecintaan diriku
Kepada-Mu kedambaanku
Pada cinta-Mu tumpuanku
Pada kasih-Mu gelora rinduku
Rida-Mu tujuanku
Melihat-Mu keperluanku
Mendampingi-Mu keinginanku
Mendekati-Mu puncak permohonanku
Menyeru-Mu damai dan tenteramku
Di sisi-Mu penawar deritaku
penyembuh lukaku
penyejuk dukaku
penghilang sengsaraku
Jadilah Engkau sahabatku dalam kesunyian
Yang Menolong kejahatanku
Yang Memaafkan ketergelinciranku
Yang Menerima taubatku
Yang Memperkenankan doaku
Yang Melindungi penjagaanku
Yang Mengayakan kemiskinanku
Jangan putuskan aku dari sisi-Mu
Jangan jauhkan aku dari diri-Mu
Wahai Nikmatku dan Surgaku
Wahai Duniaku dan Akhiratku
Ya Ar-Hamar-Rahimin

Munajat para pecinta Allah swt



Ali Zainal Abidin As-Sajjad (Rintihan Suci
Ahlul Bait)
Ilahi
Apakah orang yang t'lah mencicipi manisnya
cinta-Mu
akan menginginkan pengganti selain-Mu
Apakah orang yang t'lah bersanding di samping-
Mu
akan mencari penukar selain-Mu
Ilahi
Jadikan kami di antara orang yang Kaupilih untuk
pendamping dan kekasih-Mu
yang Kauikhlaskan untuk memperoleh cinta dan
kasih-Mu
yang Kaurindukan untuk datang menemui-Mu
yang Kaurindukan (hatinya) untuk menerima
qadha-Mu
yang Kauanugerahkan (kebahagiaan) melihat
wajah-Mu
yang Kaulimpahkan keridaan-Mu
yang Kaulindungi dari pengusiran dan
kebencian-Mu
yang Kaupersiapkan baginya kedudukan siddiq
di samping-Mu
yang Kauistimewakan dengan makrifat-Mu
yang Kauarahkan untuk mengabdi-Mu
yang Kautenggelamkan hatinya dalam iradah-Mu
yang Kaupilih untuk menyaksikan-Mu
yang Kaukosongkan dirinya untuk-Mu
yang Kaubersihkan hatinya untuk (diisi) cinta-Mu
yang Kaubangkitkan hasratnya akan karunia-Mu
yang Kauilhamkan padanya mengingat-Mu
yang Kaudorong padanya mensyukuri-Mu
yang Kausibukkan dengan ketaatan-Mu
yang Kaujadikan dari makhluk-Mu yang saleh
yang Kaupilih untuk bermunajat pada-Mu
yang Kauputuskan daripadanya segala sesuatu
yang memutuskan hubungan dengan-Mu
Ya Allah
Jadikan kami di antara orang-orang yang
kedambaannya adalah mencintai dan
merindukan-Mu
nasibnya hanya merintih dan menangis
dahi-dahi mereka sujud karena kebesaran-Mu
mata-mata mereka terjaga dalam mengabdi-Mu
air mata mereka mengalir karena takut pada-Mu
hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu
Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan
kehebatan-Mu
Wahai Yang cahaya kesucian-Nya bersinar
dalam pandangan para pecinta-Nya
Wahai Yang kesucian wajah-Nya
membahagiakan hati pada pengenal-Nya
Wahai Kejaran Kalbu para perindu
Wahai Tujuan Cita para pecinta
Aku memohonkan cinta-Mu
dan cinta orang yang mencintai-Mu
dan cinta amal yang membawaku ke samping-
Mu
Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-
Mu
Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku para
rida-Mu
kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat
atas-Mu
Anugerahkan padaku memandang-Mu
Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajah-Mu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-
Mu
Wahai Pemberi Ijabah
Ya Arhamar-Rahimin

Pertemuan Rasulullah dan iblis (semua yang dibenci iblis dan yang disukai iblis)




Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di
kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba
terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:
“Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk?
Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang
memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih
tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah
bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku
membunuhnya wahai Rasulullah”.
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar,
bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya
kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik
bukakan pintu untuknya, sebab dia telah
diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah
apayang hendak ia katakan dan dengarkan
dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka,
ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu
matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut
seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti
taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad.
Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya
milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa
keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang
ke sini bukan atas kemauanku, namun karena
terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah
mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk
mendatangi Muhammad sambil menundukkan
diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam
menggoda manusia. jawabalah dengan jujur
semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah,
andai kau berdusta satu kali saja, maka Allahakan
jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu.
Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku
berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku.
Tidak ada sesuatu pun yang paling besar
menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau
kau benar jujur, siapakah manusia yang paling
kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang
sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku
benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan
dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah
mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan
kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari,
Allah akan memberi pahala orang -orang yang
sabar.”
” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan
mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah,
apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti
kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun
malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat,
dan berharap ia melepaskanku dan aku
melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan
itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap
Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang
dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x
kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah
tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan
baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya,
hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi
hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala
macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di
musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai
Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling
membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan
sengaja.”
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang
Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi
Allah yang telah membahagiakan umatku dan
menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“ Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama
aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa
berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa
masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka
tak bisa melihatku. Demiyang menciptakan diriku
dan memberikanku kesempatan hingga hari
akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa
membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana
dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang
ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa
barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia
bukan orang yang ikhlas. "
"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai
dinar dan dirham, tidak suka pujian dan
sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang
yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. "
"Selama seorang hamba masih menyukai harta
dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan
kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya
“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku
mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak
memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk
mengganggu ulama. Sebagian untuk
menggangu anak – anak muda, sebagian untuk
menganggu orang -orang tua, sebagian untuk
menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -
anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga
manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah.
tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada
waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu
di mata orang yang sedang mendengarkan
ceramah ulama hingga mereka tertidur dan
pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah
manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu
ia beberkan kepada manusia, maka 99%
pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku
dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu
menghiasinya agar setiap orang
memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”,
lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun
menghiasi kukunya.
“ Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan
berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari
satu pintu ke pintu yang lainnya untuk
menggoda manusia hingga mereka terhempas
dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas,
namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib
yang telah beribadat kepada Allah selama 70
tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya,
sembuh seketika. Aku terus menggodanya
hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
Cara Iblis Menggoda
“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari
diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa
bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan
nama Allah bahwa aku benar – benar
menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba)
kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk menceraikan
istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya
sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang
siapa membiasakan dengan kata – kata cerai,
isterinya menjadi haram baginya. Kemudian
iaakan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi
semua anak – anak zina dan ia masuk neraka
hanya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka
mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri
untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih
lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya
hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu,
maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia
shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri
dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu
aku usap dengan tanganku dan kucium
keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang
banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk
bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang
mematuk beras.
jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat
berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga
ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau
meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya
dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah
keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup
hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika
ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap,
syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan
membuatnya menjadi bertambah serakah dan
gila dunia.
Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku
memerintahkan orang miskin agar meninggalkan
shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib
shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang
berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin
tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau
shalat.’
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil
meninggalkan shalat maka Allah akan
menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan
menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira
dengan umatmu padahal aku mengeluarkan
seperenam mereka dari islam?”
10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi
dalam harta dan anak manusia, Allah
mengizinkan.”
Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan
anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan
kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya.
Aku juga makan dari makanan haram dan yang
bercampur dengan riba, aku juga makan dari
makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut
bersama dengan orang yang berhubungan
dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah,
maka setan ikut bersamanya dan anak yang
dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang
yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan
yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi
sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai
masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai
Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk
sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara,
maka Ia jadikan orang yang membelanjakan
hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
Allah berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara
syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah
membuatku bisa melihat manusia sementara
mereka tidak bisa melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku
kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah
manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga
dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari
kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa
menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa
membisikan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa
seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi
hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang
menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada
seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya
bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah
ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah
ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang
yang sengsara adalah orang yang telah ditulis
sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang
dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 - 119)
juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti
berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
“ Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah
ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci
Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi
dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang
telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk
celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si
celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku
sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”
Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara
kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah
tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga
kita semua dapat mengetahui dan dapat
mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan
godaan Iblis atau Syaithan.
Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat
setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih
nyaman dan membuat tempat serta lingkungan
kita lebih aman.


WASSALAM.........

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More